Di serial drama Korea Prince Hours 2 (Goong 2) yang lagi syuting, mereka tidak tampil lagi. Sudah digantikan oleh semua pemain yang sama sekali baru. Kok tega amat sih sutradaranya?

Kita pelototin lagi yuk. Udah tinggal kenangan sih…. Hik-hik-hik…

goong216.jpg

goong232.jpg
goong274.jpg

goong278.jpg

goong303.jpg

goong321.jpg

goong262e.jpg

goong2284.jpg

goong86f.jpg

goong272.jpg

Iklan

sonyejin.jpg

Setelah sebelumnya tampil bareng aktor-aktor berwajah di atas rata-rata seperti Song Seung-heon hingga Gam Woo-seong, kali ini Ye-jin justru harus beradu akting dengan Sol Kyeong-goo.

Mungkin bakal banyak yang mengerutkan kening mendengar nama satu ini dan kalau Anda penggemar film Korea dijamin akan semakin terkejut. Hal itu disebabkan karena Kyeong-goo jauh dari kesan tampan, dan selama ini ia membangun reputasinya lewat film-film penuh karakter seperti Silmido dan Hanbando.

Yang patut menjadi perhatian, Agent Zero direncanakan bakal tampil beda dengan serial Korea pada umumnya yang menghadirkan tema keluarga, komedi atau cinta. Pasalnya menurut bocoran, serial satu ini bakal digarap sangat serius dan menghadirkan cerita layaknya serial Barat terkemuka CSI.

Bukti lainnya bisa dilihat dari deretan penulis cerita yang tergabung dalam Agent Zero, mulai dari Jeon Cheol-hong yang merancang kisah Crying Fist hingga Hwang Jo-yoon yang melejit lewat film Old Boy dan Beauty and The Beast. Sumber: Indosiar

kwonsangwoo_a_060811.jpg

Jepang nampaknya telah menjadi perhentian favorit bagi para aktor besar Korea. Setelah Bae Yong-jun, kini giliran Kwon Sang-woo yang muncul untuk menyapa para penggemarnya di negeri Matahari Terbit.

Kali ini, kedatangannya adalah dalam rangka pemutaran perdana film terbarunya Almost Love yang dibintangi bersama Kim Ha-neul. Pria yang populer lewat Stairway to Heaven dan Sad Love Song ini ikut serta menonton pemutaran perdana yang digelar beberapa hari silam bersama para penggemarnya.

Begitu sosoknya  muncul di tempat acara, serempak para penggemarnya langsung menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun secara bersama-sama. Keruan saja itu membuat Sang-woo terkejut, dan langsung mengucapkan bahwa sambutan penggemar yang begitu ramah membuatnya serasa berulang tahun setiap hari.

Tidak hanya dijamu oleh pria kelahiran 1976 itu, para fans juga terhibur oleh pemunculan sebuah grup komedi setempat yang memparodikan Almost Love. Bahkan mereka sempat dibuat cekikikan oleh penampilan dan gaya rambut para personilnya yang mirip dengan tokoh di film yang diperankan Sang-woo.

DVD pembuatan Almost Love yang bakal dirilis tanggal 16 Agustus 2006 itu sendiri telah mengundang minat banyak orang, dan sempat tercatat sebagai salah satu DVD yang paling banyak dipesan selama tiga hari berturut-turut.Rencananya, DVD tersebut
berisi dua keping dan menampilkan wawancara dengan pihak kru dan (tentunya) para artis yang terlibat dan tampil di Almost Love.

Kisah Almost Love :

Almost Love mengisahkan dua sahabat yang telah berteman sejak kecil. Mereka tumbuh bersama dan rumah mereka pun berdekatan. Ji-Hwan (yang diperankan Kwon Sang-Woo) sangat terinspirasi dan mengidolakan bintang film Hong Kong Jacky Chan dan ia pun
bercita-cita ingin seperti tokoh pujaannya itu. Maka tak heran Ji-Hwan hampir setiap hari latihan kung fu, supaya bisa sejago Jacky Chan.

Sedangkan sahabat karibnya Dal-rae (diperankan Kim Ha-Neul) berkeinginan besar untuk menjadi seorang artis. Ia harus berjuang melawan rasa minder dan tidak percaya dirinya setiap kali ia mengikuti audisi. Sama seperti sahabanya, Dal-rae selalu latihan akting di depan cermin. Puncaknya saat ia kecewa, lagi-lagi tidak diterima untuk sebuah peran saat audisi, Dal-rae aja-aja fighting latihan akting tanpa malu-malu di depan banyak orang dalam sebuah bus. Ia tidak peduli dipandang aneh, bahkan ditertawakan orang.

Setiap harinya mereka sering bertengkar, saling mengejek, namun sebenarnya mereka saling peduli satu sama lain. Ini terlihat saat Dal-rae yang mengomel melihat kaus kaki Ji-Hwan yang tidak pernah dicuci hanya dijemur saja. Dal-rae pun tanpa sungkan-sungkan mencucinya di depan ayah Ji-Hwan, bahkan di depan teman dekatnya (kekasihnya) Young-Hoon.

Young-Hoon adalah teman Ji-Hwan dalam satu klub taekwondo. Sementara Ji-Hwan juga mempunyai teman kencan yang glamor dan cantik. Saling cemburu di antara dua sahabat lama ini pun tak terelakkan lagi. Hingga akhirnya Ji-Hwan kehilangan sebelah kakinya.

byj.jpg
Tudingan jiplak-menjiplak ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di Korea Selatan. Yang cukup mengejutkan, tudingan tersebut diarahkan pada salah satu serial yang sedang ditunggu-tunggu kehadirannya Great King Four Gods Story yang dibintangi oleh aktor papan atas Korea Bae Yong-jun dan sedang melakukan syuting di wilayah Kyrgyztan.

Berita itu pertama kali tercetus karena adanya faktor kemiripan setting cerita yang bertema kerajaan dengan komik negeri Ginseng yang berjudul Barameui Nara alias Nation of the Wind. Kabarnya, tak kurang dari pihak MBC yang dikenal ahli dalam meramu serial bertema masa lalu ikut ketar-ketir.

Namun belakangan, pengadilan Distrik Seoul mengeluarkan keputusan yang cukup melegakan bagi para kru. Menurut mereka, tudingan plagiatisme yang disampaikan sama sekali tidak berdasar.

Berbeda dengan berita yang beredar, saat ini proses produksi berjalan lancar dan “Serial ini dijamin bakal memikat,” tutur Park, sang sutradara. Penggemar BYJ di Indonesia pasti udah gak sabar lagi. Link

  • Situs web BYJ

jo_in_seong.jpg

Salah satu kesulitan yang dialami aktor berwajah tampan adalah memperoleh peran yang menantang. Hal itu juga dialami oleh Jo In-seong, yang namanya dikenal lewat Memories of Bali.

Karenanya, banyak yang tidak percaya ketika pria kelahiran 1981 itu mampu mengucapkan sumpah-serapah dengan pandangan mata membara dalam film terbarunya yang berjudul A Dirty Carnival. Sambutan yang paling signifikan terlihat lewat pencapaian hasil penjualan tiket, di mana film yang juga dibintangi Lee Bo-young itu hanya kalah dari X-Men 3 : The Last Stand.

Ketika dimintai komentar, sutradara Yoo Ha mengaku dirinya tidak pernah ragu memberi peran utama dalam film itu terhadap In-seong. “Aku menyukai sosoknya yang menurutku tidak terlalu maskulin, sehingga memudahkan untuk pembentukan karakter. In-seong juga sadar kalau dirinya tidak akan bisa memikat penonton kalau dirinya tidak berani mengambil langkah drastis.”

Princess Hours (Drama)

Juli 4, 2006

princess.jpg
Kisah cinta “segiempat” antara seorang pangeran yang masih duduk di bangku sekolah, siswi imut-imut yang lugu dan ceroboh, penari balet dan “pangeran terlantar”

Di zaman modern di mana Korea berbentuk kerajaan, pihak istana mendapat kabar buruk: Kaisar mengalami sakit keras dan umurnya tidak lama lagi. Sebagai persiapan, Ibu Suri tidak punya pilihan lain selain mencarikan jodoh bagi putra mahkota Pangeran Lee Shin supaya bisa menggantikan posisi ayahnya.

Yang jadi masalah, Lee Shin sendiri sebenarnya masih duduk di bangku sekolah (ia bahkan mendapat pengawalan ketat saat menempuh pendidikan dan menjadi sorotan dan idaman siswa lain). Salah satunya adalah Shin Chae-kyoung, seorang gadis ceria yang duduk di tingkat tiga jurusan desain.

princenprincess.jpgNamun, kekagumannya berubah akibat sebuah insiden yang justru menunjukkan kesombongan Lee Shin, gadis itu bahkan sempat berangan-angan untuk membalas perlakuan pemuda itu (namun tentu saja ia tidak berani). Tanpa sengaja, di satu kesempatan ia mendengar Lee Shin melamar seorang gadis yang juga bersekolah di tempat yang sama, namun ketika sedang menguping, mendadak ponselnya berbunyi.

Keruan saja Lee Shin dan Min Hyo-rin, nama gadis yang dilamar itu (namun menolak karena ingin mengembangkan karir sebagai penari profesional), langsung keluar tapi untungnya Chae-kyoung langsung mengambil langkah seribu. Keluarga Chae-kyoung sendiri saat itu sedang mengalami masalah keuangan, usaha ayahnya bangkrut dan ibunya harus bekerja sebagai seorang agen asuransi.

putrichaegyung22cs.jpg
Yang tidak diketahui orang-orang, kakek Chae-kyoung ternyata bersahabat dekat dengan almarhum kaisar yang adalah kakek Lee Shin, keduanya bahkan telah sepakat akan menikahkan cucu masing-masing. Keruan saja di tengah kesulitan finansial, kedua orang tua gadis itu senang bukan main ketika beberapa utusan kerajaan datang untuk melamar.

Ketika sampai di rumah (setelah sebelumnya sempat bertemu dan diancam Lee Shin), Chae-kyoung yang melihat tumpukan surat tagihan berjanji pada sang ibu untuk membantu di kemudian hari dengan menjadi seorang desainer terkenal. Di dalam rumah, ayahnya sibuk mencari cincin peninggalan sang kakek, yang ternyata digunakan sebagai ganjalan meja.

Waktu ditunjukkan siapa calon istrinya, Lee Shin kaget luar biasa karena mengenali siapa orang yang dimaksud. Begitu juga dengan Chae-kyoung, yang langsung menolak mentah-mentah bahkan berniat mengembalikan cincin pemberian kerajaan. Di sekolah, Hyo-rin mendengar berita soal lamaran tersebut dari rekannya, dan kaget saat diberitahu Lee Shin kalau pemuda itu sudah punya calon lain.

Sudah berdandan rapi dan memutuskan untuk menyampaikan penolakan, Chae-kyoung akhirnya berubah pikiran ketika rentenir datang dan menyita semua barang-barang termasuk rumahnya. Dengan langkah gontai, ia akhirnya diberangkatkan untuk bertemu Ibu Suri. Apes baginya, saat menunggu sejumlah kecerobohan kembali dilakukan.

Suatu hari, Chae-kyoung harus menyelinap dari para wartawan untuk bisa berangkat sekolah, dan di sana para sahabat baiknya memusuhinya karena dianggap merebut Lee Shin dari mereka. Di hari yang sama, Hyo-rin berangkat meninggalkan Korea untuk mengejar mimpinya sebagai pebalet.

Ketika hendak berangkat, gadis itu bertemu dengan Lee Yool yang baru tiba di Korea tanpa tahu siapa pemuda itu sebenarnya. Memutuskan untuk langsung datang ke istana, kehadirannya disambut hangat oleh Ibu Suri dan semua orang, kecuali Permaisuri yang merasa waswas.

Di sekolah, Chae-kyoung akhirnya kehilangan kesabaran saat Shin menghinanya, namun tendangan kungfu malah membuatnya terjatuh. Ketika dikejar-kejar oleh guru piket, gadis itu bertemu dengan Yool (memutuskan untuk masuk ke sekolah biasa), yang setengah takjub melihat gadis itu melepas celana olah raga didepannya.

Pertemuan kembali dengan Yool membuat Shin gembira, ia akhirnya mengaku kalau motifnya adalah memberi pelajaran pada keluarga kerajaan dengan menyetujui perjodohan, dan sedikit heran ketika sang sepupu menyebut Chae-kyoung sebagai gadis yang manis. Malamnya di istana, pemuda itu diperingati Permaisuri untuk berhati-hai pada Yool — sang “pangeran terlantar” yang dicurigai mempunyai motif lain kembali ke Korea.

Hari pernikahan yang semakin dekat membuat Chae-kyoung resah, dan sebelum pergi, untuk terakhir kalinya ia tidur bersama ayah dan ibunya, yang merasa terenyuh melihat sikap putrinya. Dengan berat, keesokan harinya mereka melepas Chae-kyoung yang tampil begitu cantik dengan pakaian tradisional dan siap dibawa ke istana untuk tinggal di sana.
Ikuti terus kisah Princess Hours (Goong) setiap hari Minggu pukul 11.00 WIB di Indosiar. Link

pangeranleeyul22mo.jpg