lake_house.jpg il_mare.jpg

Setelah film My Sassy Girl, satu lagi film Korea yang berhasil memikat kalangan Hollywood, yaitu Love Letter Box. Film Love Letter Box atau yang juga bisa disebut Siworae atau Il Mare yang ditayangkan pada tahun 2000 itu disutradari oleh Hyun-seung Lee. Film ini ditulis oleh Jina Yeo berdasarkan karya novelis kondang Korea Jiro Asada. Versi Korea-nya film ini dibintangi oleh Jeon Ji-Hyeon berperan sebagai Un-ju – yang juga menjadi pemeran utama wanita dalam My Sassy Girl—yang beradu akting dengan Lee-Jeong-Jae sebagai Sung-hyon.

Dalam versi Hollywood, film ini bersalin nama menjadi The Lake House, disutradarai oleh Alejandro Agresi yang dibantu David Auburn sebagai penulis naskah. Sedangkan sebagai tokoh utama film yang diproduseri Warner Bros Pictures ini kembali menyandingkan Keanu Reeves dan Sandra Bullock setelah pertemuan mereka sebelumnya di film box office Speed.

Love Letter Box bercerita tentang Sung-Hyon (Lee Jeong-Jae) yang hidup di tahun 1997 menerima surat dari Un-ju (Jeong Ji-Hyeon) seseorang yang hidup 2 tahun berikutnya (1997). Keduanya mulai berkomunikasi meski terpisah jarak dan waktu. Apakah dua orang yang berbeda zaman itu akan bertemu dan bahagia selamanya? Atau apakah mereka tetap saling terpisah dengan kehidupan masing-masing?

Dalam film The Lake House (dikutip dari Koran Tempo, edisi Jumat, 14 Juli 2006) dikisahkan sebuah rumah kaca yang lengang di antara daun-daun cokelat yang berjatuhan ke tanah. Berada di depan sebuah telaga yang berkilauan bila tertimpa sinar mentar, rumah itu memang memiliki pemandangan menakjubkan. Meski berat untuk meninggalkannya, dr. Kate Forster (Sandra Bullock) harus segera menempati apartemen barunya yang terletak di sebuah sudut kota Chicago.

Sebelum pergi, ia meninggalkan sepucuk surat buat penyewa rumah selanjutnya. Surat yang ia letakkan di kotak pos dekat jembatan kayu di depan rumah danau itu, ternyata menjadi penghubung dengan arsitek muda yang menempati rumah itu, Alex Wyler (Keanu Reeves). Hanya ada satu masalah, mereka terpisah oleh waktu.

Dalam surat balasannya, Wyler menyebutkan bahwa sebelum ia tinggal di rumah kaca itu, belum pernah ada orang yang tinggal di sana. Setelah perdebatan dalam beberapa kali korespondensi, mereka baru sadar bahwa Wyler hidup pada tahun 2004, sedangkan Forster hidup pada 2006.

Meski terpisah waktu, keduanya terlibat jalinan asmara yang dalam. Demi cintanya, Wyler pun menyempatkan diri untuk menenui Forster pada 2004, meski gadis yang tengah menempuh kuliah residen dokter itu tak menyadari siapa Wyler sebenarnya.

Secara logika, film ini mungkin akan menimbulkan banyak pertanyaan bagi penonton. Misalnya, mengapa Wyler tak mendekati Forster saat bertemu pada tahun 2004? Juga pertanyaan tentang seekor anjing yang ternyata juga menjadi milik mereka berdua dalam periode yang berbeda.

Namun yang pasti, kedua film ini, baik yang dikemas ala Korea mupun Hollywood mampu mengemas aroma cinta di antara dua tokoh utamanya. Sehingga, meski terganggu dengan logika cerita, penonton seperti dituntun untuk menekuri gambar-ganbar indah sembari menunggu apakah keduanya bertemu.

Satu hal yang patut diacungi jempol, sutradara Hollywood dengan “gentle” menyebutkan karyanya sebagai karya adaptasi dari film Korea. Jauh berbeda dengan sutradara Indonesia yang tidak pernah mau berbesar hati, yang jelas-jelas telah menjiplak karya orang lain (Princess Hours), tanpa mau menyebutkan sumbernya, seperti sinetron Benci Bilang Cinta yang tengah diputar di SCTV.

byj.jpg
Tudingan jiplak-menjiplak ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di Korea Selatan. Yang cukup mengejutkan, tudingan tersebut diarahkan pada salah satu serial yang sedang ditunggu-tunggu kehadirannya Great King Four Gods Story yang dibintangi oleh aktor papan atas Korea Bae Yong-jun dan sedang melakukan syuting di wilayah Kyrgyztan.

Berita itu pertama kali tercetus karena adanya faktor kemiripan setting cerita yang bertema kerajaan dengan komik negeri Ginseng yang berjudul Barameui Nara alias Nation of the Wind. Kabarnya, tak kurang dari pihak MBC yang dikenal ahli dalam meramu serial bertema masa lalu ikut ketar-ketir.

Namun belakangan, pengadilan Distrik Seoul mengeluarkan keputusan yang cukup melegakan bagi para kru. Menurut mereka, tudingan plagiatisme yang disampaikan sama sekali tidak berdasar.

Berbeda dengan berita yang beredar, saat ini proses produksi berjalan lancar dan “Serial ini dijamin bakal memikat,” tutur Park, sang sutradara. Penggemar BYJ di Indonesia pasti udah gak sabar lagi. Link

  • Situs web BYJ

18 Pakem Film Korea

Juli 19, 2006

fullhouse1.jpg stairway2heaven_a1.jpg friends1.jpg a_summerscent1.jpg

Berikut pakem-pakem dalam film lepas maupun drama Korea:

  1. Sangat menghormati orang-tua, dalam artian tidak mau melawan orang-tua, meski kadang orang-tua bersikap salah. Drama seri ataupun film Korea adalah citra dari budaya Korea itu sendiri, budaya Timur yang masih berpegang teguh pada etika dan kesopan-santunan. Tidak seperti dalam film ataupun sinetron Indonesia yang sering mempertontonkan anak-anak yang durhaka, membangkang, tidak punya sopan santun, selalu bersitegang urat leher dengan orang tua, film Korea jauh dari semua hal-hal buruk itu. Bisa dipastikan Anda tidak akan menjumpai adegan tersebut, meski Anda sudah memelototi banyak fim dan drama Korea.
  2. Kebanyakan mempunyai kisah tumit sepatu patah. Itu dijumpai dalam drama seri Miss Kim’s Million Dollar Quest (film yang mengantongi predikat The Best Korean Drama 2006), Love to Kill, Princess Hours, Full House.
  3. Lomba lari. Ini selalu digambarkan saat dua orang laki-laki menyukai wanita yang sama.Jika masing-masing pihak merasa yang paling berhak mendapatkan wanita yang sama, untuk memastikan siapa yang paling berhak memenangkan cinta si wanita, para lelaki tadi akan mengadakan lomba lari. Lomba tadi hanya diketahui dan diikuti oleh mereka berdua saja.Biasanya mereka menghormati komitmen, siapa yang kalah secara sportif mengundurkan diri dari kancah perebutan mengejar wanita idaman. Dengan catatan hasil lomba tadi menjadi tidak berarti, jika si wanita akhirnya menetapkan pilihan pada pihak yang kalah.Adegan ini dapat dijumpai antara lain dalam film seri: Miss Kim’s Million Dollar Quest, Wonderfull Life, kemudian dalam drama Almost Love.
  4. Dalam film Korea juga kerap dijumpai adegan yang menganggap sakral sebuah benda kenangan. Karenanya mereka kerap menanam benda tersebut. Misalnya dalam film seri Princess Hours, yang ditanam adalah 2 tiket kereta api yang menandai perjumpaan pertama sang pangeran dengan cinta pertamanya di ruang tunggu stasiun kereta. Kemudian dalam film lepas Almost Love yang menjadi benda kenangan adalah kelereng dan mainan lonceng yang berbunyi jika tertiup angin. Yang masih lekat dalam ingatan adalah film komedi My Sassy Girl yang juga mempunyai benda kenangan (surat-surat cinta) yang ditanam di bukit yang ditandai dengan pohon beringin.
  5. Mabuk-mabukan dengan minum-minum arak, minuman tradisional khas orang Korea.Jika seseorang sedang menghadapi masalah, baik itu masalah keluarga, cinta, pekerjaan, jalan terbaik untuk melarikan diri sementara dari persoalan yang menyita pikiran adalah minum arak. Hampir di setiap film Korea adegan mabuk-mabukan ini dijumpai.
  6. Tak perlu cinta pada pandangan pertama atau tak harus hidup bersama dengan orang yang dicintai.Karena cinta dapat ditumbuhkan seiring dengan berjalannya waktu. Kebersamaan mampu mengikat, menyatukan rasa, dan akhirnya menimbulkan rasa cinta mendalam dan saling bergantung satu sama lain. Ini terlihat jelas dalam film seri Full House, Miss.Kim’s Million Dollar Quest, Summer Scent, Love to Kill, dan film lepas My Little Bride, juga di film Marrying with Mafia.
  7. Para tokohnya digambarkan tidak “jaim” alias jaga image. Mereka bersikap apa adanya, tanpa ada kesan dibuat-buat.Seperti Song Hye-Kyo yang memerankan Han Ji-eun dengan cueknya memuntahkan isi makanan ke Rain yang memerankan Li Yeong-jae, karena kekenyangan. Padahal Li Yeong-jae adalah aktor besar yang sangat parlente. Dalam film Princess Hours, kita akan tersenyum geli sekaligus jijik saat mengetahui Putri Scen-jing ternyata mempunyai iler yang banyak, bahkan membasahi punggung Pangeran Li-Xin, padahal mereka baru tidur bersama untuk pertama kalinya.
  8. Baru berani mengungkapkan isi hati saat mereka dalam keadaan mabuk akibat minum arak.
  9. Tak bakal ada adegan peluk suka-suka atau cium sana-cium sini dalam film seri Korea. Sutradara Korea memang terkenal irit dan pelit dalam menampilkan adegan pelukan dan ciuman di film besutannya. Makanya drama seri Korea dijamin aman untuk ditonton oleh anak-anak sekalipun, dan orang-tua tidak perlu rikuh jika harus “nonton bareng” dengan anak-anak mereka.Tak seperti kebanyakan sinetron dan film Indonesia yang banyak tidak mempunyai jati diri, menjadi kebarat-baratan, mudah sekali menjumpai adegan pelukan dan ciuman yang kadang tidak perlu, film seri Korea masih menjaga kultur Timur. Sebagai orang Indonesia yang juga orang Timur, saya bangga menonton film Korea. Kalaupun ada adegan ciuman, itu bisa dipastikan bukan ciuman hot ala Perancis, tetapi hanya ciuman khas Korea, hanya saling menempelkan bibir, tetapi kesannya lebih menggoda dan bahkan bikin penasaran. Bahkan dalam keseharian saya ada istilah “ciuman Korea”.
  10. Orang Korea dalam filmnya digambarkan sering ngobrol saat mulut mereka penuh berisi makanan. Kadangkala makanan tersebut muncrat ke arah lawan bicara. Sepertinya dalam budaya Korea, hal tersebut tidak dianggap tabu, atau suatu hal yang tidak sopan dan memalukan.
  11. Orang Korea juga digambarkan sudah mempunyai tingkat kesejahteraan hidup yang tinggi dengan mengapresiasi seni dalam keseharian mereka. Mudah menjumpai para pelakon film Korea menonton teater, tari, memainkan alat musik terutama piano.
  12. Kalau berjanji untuk bertemu di sebuah tempat, sering gagal karena satu dan lain hal — misalnya kereta yang terlambat, jalanan yang macet dan lain sebagainya. Atau hanya karena “selisih” jalan (Wonderful Life, My Sassy Girl).
  13. Penyakit yang sering muncul dalam kisah film Korea adalah lupa ingatan dan leukimia (Winter’s Sonata, Summer Scent, Wonderful Life, Sangdoo Let’s Go to School).
  14. Film Korea sering memiliki lebih dari satu judul (jika ditayangkan di negara yang berbeda). Misalnya Winter Sonata atau Winter Ballad. Atau Stairway to Heaven juga punya judul lain: Stairway of Heaven dan Stairly Way to Heaven.
  15. Sutradara Korea sepertinya tidak mengganggap penting judul film — bahkan terkadang asal (Buggy Jumping of Their Own, Miss Kim’s One Million Dollar Quest, Beast and the beauty, Spring bears love, Sangdoo Let’s Go to School).
  16. Pemainnya sering berbicara sendiri dengan benda-benda tertentu, misalnya dengan pusara, pantai, foto, boneka.
  17. Menyanyi di karaoke untuk merayakan keberhasilan sepertinya sudah menjadi adegan wajib dalam film Korea.
  18. Ibu yang tiba-tiba pingsan mendengar kabar tentang anaknya mendominasi adegan dalam film Korea.

BONUS :

* Kalo lagi lomba lari, pasti yang dicari sisipan jalan atau kalo gak ketutup tiang 🙂 ..padahal jaraknya udah deket2an banget!kenapa gak nelpooon seeeeh?! gemezz..hehhe..contohnya Kim Rae Won dan Jung Ryeo Won di Which Star Are You From? (thnx to Yeye)

* Seorang wanita biasanya diperebutkan oleh dua orang laki-laki. (full house, rules of love, etc). Dan biasanya lelaki yang dicintai oleh perempuannya baru menyadari dia jatuh cinta pada wanita tersebut setelah dia melihat wanita tsb bersama teman lelakinya yang lain (full house, princes hours, etc). (Thnx to NS)

Rules of Love

Juli 9, 2006

rules.jpg

Rules of Love berkisah tentang seorang gadis bernama Kim Geum-young yang adalah putri seorang guru. Tidak ada hal yang istimewa dalam hidupnya sampai suatu hari ia bertemu dengan Han Jae-min yang entah kenapa terus mengejar-ngejarnya. Sikap pria tampan yang penuh perhatian itu kontan mulai mengubah perasaannya hingga akhirnya jatuh cinta.

Siapa sangka, semua itu hanyalah taktik Jae-min yang menggunakan Geum-young sebagai pancingan untuk mendekati target sesungguhnya Seo Hee-won. Keruan saja saat hubungan mereka putus, Geum-young tidak terima dan berencana melakukan pembalasan. Siapa sangka, hal itu malah membuatnya terlibat dengan fotografer kesepian Lee Seo-jun. Bagaimana kisah selanjutnya?

Rules of Love ditayangkan Indosiar sejak 3 Juli 2006 setiap Senin-Jumat pukul 16.00 WIB

jo_in_seong.jpg

Salah satu kesulitan yang dialami aktor berwajah tampan adalah memperoleh peran yang menantang. Hal itu juga dialami oleh Jo In-seong, yang namanya dikenal lewat Memories of Bali.

Karenanya, banyak yang tidak percaya ketika pria kelahiran 1981 itu mampu mengucapkan sumpah-serapah dengan pandangan mata membara dalam film terbarunya yang berjudul A Dirty Carnival. Sambutan yang paling signifikan terlihat lewat pencapaian hasil penjualan tiket, di mana film yang juga dibintangi Lee Bo-young itu hanya kalah dari X-Men 3 : The Last Stand.

Ketika dimintai komentar, sutradara Yoo Ha mengaku dirinya tidak pernah ragu memberi peran utama dalam film itu terhadap In-seong. “Aku menyukai sosoknya yang menurutku tidak terlalu maskulin, sehingga memudahkan untuk pembentukan karakter. In-seong juga sadar kalau dirinya tidak akan bisa memikat penonton kalau dirinya tidak berani mengambil langkah drastis.”

Princess Hours (Drama)

Juli 4, 2006

princess.jpg
Kisah cinta “segiempat” antara seorang pangeran yang masih duduk di bangku sekolah, siswi imut-imut yang lugu dan ceroboh, penari balet dan “pangeran terlantar”

Di zaman modern di mana Korea berbentuk kerajaan, pihak istana mendapat kabar buruk: Kaisar mengalami sakit keras dan umurnya tidak lama lagi. Sebagai persiapan, Ibu Suri tidak punya pilihan lain selain mencarikan jodoh bagi putra mahkota Pangeran Lee Shin supaya bisa menggantikan posisi ayahnya.

Yang jadi masalah, Lee Shin sendiri sebenarnya masih duduk di bangku sekolah (ia bahkan mendapat pengawalan ketat saat menempuh pendidikan dan menjadi sorotan dan idaman siswa lain). Salah satunya adalah Shin Chae-kyoung, seorang gadis ceria yang duduk di tingkat tiga jurusan desain.

princenprincess.jpgNamun, kekagumannya berubah akibat sebuah insiden yang justru menunjukkan kesombongan Lee Shin, gadis itu bahkan sempat berangan-angan untuk membalas perlakuan pemuda itu (namun tentu saja ia tidak berani). Tanpa sengaja, di satu kesempatan ia mendengar Lee Shin melamar seorang gadis yang juga bersekolah di tempat yang sama, namun ketika sedang menguping, mendadak ponselnya berbunyi.

Keruan saja Lee Shin dan Min Hyo-rin, nama gadis yang dilamar itu (namun menolak karena ingin mengembangkan karir sebagai penari profesional), langsung keluar tapi untungnya Chae-kyoung langsung mengambil langkah seribu. Keluarga Chae-kyoung sendiri saat itu sedang mengalami masalah keuangan, usaha ayahnya bangkrut dan ibunya harus bekerja sebagai seorang agen asuransi.

putrichaegyung22cs.jpg
Yang tidak diketahui orang-orang, kakek Chae-kyoung ternyata bersahabat dekat dengan almarhum kaisar yang adalah kakek Lee Shin, keduanya bahkan telah sepakat akan menikahkan cucu masing-masing. Keruan saja di tengah kesulitan finansial, kedua orang tua gadis itu senang bukan main ketika beberapa utusan kerajaan datang untuk melamar.

Ketika sampai di rumah (setelah sebelumnya sempat bertemu dan diancam Lee Shin), Chae-kyoung yang melihat tumpukan surat tagihan berjanji pada sang ibu untuk membantu di kemudian hari dengan menjadi seorang desainer terkenal. Di dalam rumah, ayahnya sibuk mencari cincin peninggalan sang kakek, yang ternyata digunakan sebagai ganjalan meja.

Waktu ditunjukkan siapa calon istrinya, Lee Shin kaget luar biasa karena mengenali siapa orang yang dimaksud. Begitu juga dengan Chae-kyoung, yang langsung menolak mentah-mentah bahkan berniat mengembalikan cincin pemberian kerajaan. Di sekolah, Hyo-rin mendengar berita soal lamaran tersebut dari rekannya, dan kaget saat diberitahu Lee Shin kalau pemuda itu sudah punya calon lain.

Sudah berdandan rapi dan memutuskan untuk menyampaikan penolakan, Chae-kyoung akhirnya berubah pikiran ketika rentenir datang dan menyita semua barang-barang termasuk rumahnya. Dengan langkah gontai, ia akhirnya diberangkatkan untuk bertemu Ibu Suri. Apes baginya, saat menunggu sejumlah kecerobohan kembali dilakukan.

Suatu hari, Chae-kyoung harus menyelinap dari para wartawan untuk bisa berangkat sekolah, dan di sana para sahabat baiknya memusuhinya karena dianggap merebut Lee Shin dari mereka. Di hari yang sama, Hyo-rin berangkat meninggalkan Korea untuk mengejar mimpinya sebagai pebalet.

Ketika hendak berangkat, gadis itu bertemu dengan Lee Yool yang baru tiba di Korea tanpa tahu siapa pemuda itu sebenarnya. Memutuskan untuk langsung datang ke istana, kehadirannya disambut hangat oleh Ibu Suri dan semua orang, kecuali Permaisuri yang merasa waswas.

Di sekolah, Chae-kyoung akhirnya kehilangan kesabaran saat Shin menghinanya, namun tendangan kungfu malah membuatnya terjatuh. Ketika dikejar-kejar oleh guru piket, gadis itu bertemu dengan Yool (memutuskan untuk masuk ke sekolah biasa), yang setengah takjub melihat gadis itu melepas celana olah raga didepannya.

Pertemuan kembali dengan Yool membuat Shin gembira, ia akhirnya mengaku kalau motifnya adalah memberi pelajaran pada keluarga kerajaan dengan menyetujui perjodohan, dan sedikit heran ketika sang sepupu menyebut Chae-kyoung sebagai gadis yang manis. Malamnya di istana, pemuda itu diperingati Permaisuri untuk berhati-hai pada Yool — sang “pangeran terlantar” yang dicurigai mempunyai motif lain kembali ke Korea.

Hari pernikahan yang semakin dekat membuat Chae-kyoung resah, dan sebelum pergi, untuk terakhir kalinya ia tidur bersama ayah dan ibunya, yang merasa terenyuh melihat sikap putrinya. Dengan berat, keesokan harinya mereka melepas Chae-kyoung yang tampil begitu cantik dengan pakaian tradisional dan siap dibawa ke istana untuk tinggal di sana.
Ikuti terus kisah Princess Hours (Goong) setiap hari Minggu pukul 11.00 WIB di Indosiar. Link

pangeranleeyul22mo.jpg

Princess LuLu

Juli 4, 2006

princesslulu.jpg
Hee-soo adalah seorang cucu pemilik perusahaan raksasa yang hidupnya selalu dibalut rutinitas. Meski kaya-raya, keinginan gadis itu sangat sederhana yaitu menemukan cinta sejati dalam hidupnya.

Kejadian yang dialami sahabatnya Jae-kyeong yang dipaksa menikah dengan pria yang tidak dicintainya membuat Hee-soo teringat akan pembicaraannya saat masih kecil dengan almarhumah ibunya, di mana ia diminta untuk menikah dengan pria yang dicintainya kelak.

Berbeda dengannya, Kang Woo-jin adalah seorang pria yang baru saja kembali dari Inggris yang punya seribu satu jurus untuk menaklukkan wanita — yang semuanya merupakan bagian dari apa yang disebutnya sebagai ‘Kamus Cinta Kang Woo-jin’.

Karena Jae-kyeong terlalu mabuk, Hee-soo terpaksa minta bantuan sahabatnya sejak masa kecil Chan-ho untuk mengantar pulang. Secara tidak sengaja, ia melihat pertengkaran antara kakaknya Go Sun dengan Woo-jin tanpa tahu siapa pria itu sebenarnya. Secara kebetulan, saat di tempat parkir keduanya kembali bertemu.

Ikuti terus kisah Princess Lulu di Indosiar.